Selepas Shalat Ashar

Ya Allah, jika hanya mengandalkan diriku, sebenarnya aku tidak yakin aku mampu, tapi aku punya Engkau yang maha besar yang maha pengampun, selalu menerima diri ini kembali meski berhari-hari berbulan-bulan aku lupa jalan pulang. aku punya Engkau, Kau adalah Tuhanku. Satu.

Aku tidak ingin meminta sabar dan ikhlasku diluaskan, karena terkadang ada satu hari aku ingin berteriak dan memohon agar rasa bahagia selalu mengalir di dalam darahku, di setiap hembusan napasku, di setiap aku menjalani hari baru.

Aku tidak ingin disisakan satu bahagia. Aku perempuan serakah. Aku mau hidupku tidak hanya berupa petualangan yang jika aku gagal disebut sebuah pengalaman, aku perempuan yang menginginkan kebahagiaan yg utuh, aku mau rasa kebahagiaan selalu turut serta dalam kehidupanku. 

Di waktu tertentu aku yakin janji-Mu akan datang, aku percaya semua doa-doa yg selalu aku panjatkan selepas beribadah dan saat aku terdiam akan Engkau kabulkan, tapi di waktu yg lain malah ego ku yg selalu menang. Seolah lupa akan balasan kesabaran dan mendesak ingin cepat dikabulkan.

Hatiku mungkin masih terlalu sempit untuk menerima rasa sakit. Sabarku terkadang habis lalu aku menangis seperti anak kecil yg kelelahan bermain. Aku merasa ikhlasku yg selalu menjadi penghalang untk rasa syukur. Ya Allah, aku akan hadapi semua sampai waktunya tiba aku menemuimu lagi pada saat aku berdoa, beribadah dengan hati yg lapang dan gembira.

Untuk itu aku mohon, tolong kuatkan aku, kuatkan pundaku, teguhkan hatiku, karena tanpa-Mu aku tidak yakin aku bisa bertahan.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yang Hilang di Januari

Nicko