Postingan

Yang Hilang di Januari

Hari-hari baik yang selama ini aku tagih kepada waktu ternyata tidak pernah ada. Muncul hari lain yg sama baiknya, tapi bukan hari baik itu. Jauh sebelumnya, sering terlintas di kepalaku potongan adegan dimana cinta yg hilang lalu tumbuh kembali, adegan aku harus menyiapkan bekal makan siang kerjamu sementara waktu menunjukan pukul tujuh, pakaian kotor kita yang ditumpuk bersama, sore hari aku memarahimu karena pulang terlambat padahal Lucy dan Hary sudah menunggu. Naif betul. Bahkan David Bayu saja sudah keluar dari Naif.

Selepas Shalat Ashar

Ya Allah, jika hanya mengandalkan diriku, sebenarnya aku tidak yakin aku mampu, tapi aku punya Engkau yang maha besar yang maha pengampun, selalu menerima diri ini kembali meski berhari-hari berbulan-bulan aku lupa jalan pulang. aku punya Engkau, Kau adalah Tuhanku. Satu. Aku tidak ingin meminta sabar dan ikhlasku diluaskan, karena terkadang ada satu hari aku ingin berteriak dan memohon agar rasa bahagia selalu mengalir di dalam darahku, di setiap hembusan napasku, di setiap aku menjalani hari baru. Aku tidak ingin disisakan satu bahagia. Aku perempuan serakah. Aku mau hidupku tidak hanya berupa petualangan yang jika aku gagal disebut sebuah pengalaman, aku perempuan yang menginginkan kebahagiaan yg utuh, aku mau rasa kebahagiaan selalu turut serta dalam kehidupanku.  Di waktu tertentu aku yakin janji-Mu akan datang, aku percaya semua doa-doa yg selalu aku panjatkan selepas beribadah dan saat aku terdiam akan Engkau kabulkan, tapi di waktu yg lain malah ego ku yg selalu menang. Seo...

Nicko

And then there was you. It is so easy to pretend im not home when someone is knocking at my door. I never let anyone in I've lost myself under a thousand layers of sarcasm and wit and indifference. I've lost myself in that tiny little hole. but i can't help to see the walls are caving in and then there was you. you opened the door. just. this. once. and for a moment, you found me. but you ran away January, 8th 2018